Saat ini perusahaan start up berkembang pesat merambah kota-kota besar di Indonesia. Dan yang menghidupkan dan mengembangkan perusahaan start up tersebut adalah para entrepreneur muda. Sebut saja Nadiem Makarim, pendiri GoJek, Nabilah Alsagoff pemilik Doku, dan Ferry Unardi pemilik Traveloka.
Kesuksesan yang mereka capai tidak terjadi dalam waktu semalam. Mereka melalui proses yang panjang untuk dapat mengembangkan mindset yang akhirnya menghantarkan mereka ke pintu kesuksesan, seperti
rasa ingin tahu yang besar, ketekunan, dan lain-lain.Maka dari itu,
bukankah akan sangat bermanfaat jika Anda menanamkan mindset tersebut kepada Anak sejak dini sebagai bekal untuk dapat meraih kesuksesan di masa depan? Berikut adalah beberapa caranya:
- Libatkan anak dalam proses bekerja sehari-hari Anda
Benjamin
Franklin mengatakan, “Beritahu, maka saya akan melupakannya. Ajari, maka
saya mungkin akan mengingatnya. Libatkan saya, maka saya akan
belajar.”Mulai libatkan Anak-anak dalam hal-hal kecil dalam pekerjaan
Anda, seperti turut membantu membuat dokumen presentasi ke klien atau
mengajak anak Anda mampir sejenak ke tempat kerja Anda. Diskusikan
bersama mereka betapa pentingnya perhatian terhadap hal-hal kecil
tersebut dalam membangun bisnis dan karir di masa depan.
- Berikan contoh entrepreneur sukses kepada anak Anda
Cari tahu bidang yang anak Anda minati dan berikan contoh entrepreneur sukses di bidang tersebut agar dapat memberikan inspirasi dan role model
bagi anak Anda. Jika anak Anda tertarik terhadap teknologi, Anda bisa
menceritakan kisah perjalanan Mark Zuckerberg dalam membangun Facebook
dan Bill Gates yang membuat terobosan baru lewat perusahaan Microsoft.
- Biarkan anak Anda mencoba menjadi entrepreneur
Ajak anak Anda untuk brainstorming dan mencoba menghidupkan ide-ide mereka agar dapat mengasah mindsetentrepreneur
mereka, tentunya dengan persetujuan, supervisi dan bantuan Anda.
Misalnya jika anak Anda tertarik dunia fashion, mereka dapat mencoba
menjual baju melalui akun Instagram. Karena tidak ada pelajaran yang
lebih baik dari mempraktekkannya secara langsung.
Beberapa manfaat seni bagi anak yang perlu orang tua ketahui:
1. Membuat anak jadi kreatif.
Kreatif di sini berarti anak akan selalu punya cara untuk menyelesaikan
masalah. Contohnya, ketika bertengkar dengan temannya, ia akan tahu cara
menyelesaikan konfl ik dengan baik. Bahkan, menurut Lisa Tanti, pemilik
Art Nouveau, anak yang kreatif bisa saja menemukan cara menyelesaikan
soal matematika, tanpa menggunakan rumus yang baku atau standar.
2. Menjadikan anak lebih percaya diri.
Melakukan seni, seperti membuat lukisan, prakarya, atau menari, akan
membangun kebanggaan anak terhadap diri sendiri. Ketika anak melukis, ia
akan menghabiskan waktunya selama berjam-jam, melibatkan seluruh hati
dan jiwanya, berusaha mengolah, dan membuat hasil seninya menjadi indah.
Ketika selesai, ia akan merasa puas dan bangga karena telah berhasil
menciptakan sesuatu. Apalagi jika ditambah dengan apresiasi orang tua
dan lingkungannya, kepercayaan diri anak akan semakin besar.
3. Lebih cepat mengembangkan kemampuan motorik.
Awalnya, anak akan menggerakkan seluruh lengannya untuk membuat coretan
sehingga hasil coretannya menjadi tampak tak beraturan. Namun
lama-kelamaan, anak akan lebih mampu mengendalikan gerakan tangannya,
hingga akhirnya hanya pergelangan tangannya yang bergerak ketika ia
menggambar atau menulis. Coretannya pun menjadi lebih rapi dan bermakna.
Nah, anak yang terbiasa berlatih, kemampuan motoriknya akan lebih cepat
berkembang dibandingkan yang jarang atau tidak dilatih. “Pada akhirnya,
anak-anak inilah yang akan lebih cepat menguasai cara memegang krayon,
memegang kuas, menggunting, dan menempel,”.
4. Belajar fokus.
Menurut Lisa seni bisa sangat membantu pada anak anak berkebutuhan
khusus. Pada anak dengan ADHD (attention defi cit hyperactivity
disorder) yang sulit fokus, proses membuat karya seni bisa membuat
mereka lebih tenang dan fokus saat melakukan sesuatu.Aktivitas, seperti
menggambar, menempel, membuat anak tetap konsentrasi kepada hal yang ia
lakukan, meski banyak aktivitas lain yang terjadi di sekelilingnya.
Kemampuan berkonsentrasi atau fokus ini kelak berguna bagi anak ketika
harus menyelesaikan soal matematika atau pelajaran lain yang membutuhkan
konsentrasi tinggi.